Campaign kami bertema besar “stop sexual harrasment”, menentang segala bentuk aksi pelecehan sexual terutama terhadap wanita di dalam transportasi umum. Karena sebagai ruang publik transportasi umum yang padat kadang-kadang memberi kesempatan pada para oknum untuk melakukan pelecehan seksual dari menyentuh bagian tertentu hingga mendokumentasikan bagian tubuh seseorang dengan niatan yang cabul.
Campaign yang kami pilih ini merupakan salah satu pengaruh dari gerakan women’s march yang merupakan aksi tegas penuntutan hak-hak asasi kaum wanita. Kami ingin membuat orang lebih peka akan tindakan pelecehan seksual dan memberhentikan tindakan tersebut terutama di transportasi umum.
Target audiens billboard kami adalah para pengguna transportasi umum kereta secara umum. Namun, kami memiliki pesan spesifik yang ditujukan kepada beberapa pihak. Yang pertama adalah pihak korban atau kaum wanita supaya lebih berhati-hati di tengah keramaian. Yang kedua adalah pihak pelaku supaya sadar dan menghentikan tindakannya. Yang ketiga adalah pihak-pihak yang pengguna transportasi umum lainnya untuk lebih peka terhadap tindakan pelecehan seksual sehingga bisa mengurangi kemungkinan terjadinya hal tersebut.
Di dalam visualisasinya, kami menggunakan foto seorang wanita yang mengenakan baju ketat sedang didokumentasikan melalui ponsel seorang oknum sebagai gambaran kasus pelecehan seksual. Kami menggambarkan dengan cara seperti ini karena maraknya kasus dokumentasi cabul di tempat umum yang di sebar lewat media sosial di internet. Selain sedang marak, kasus ini sifatnya lebih terselubung dan sukar disadari sehingga memotivasi kami untuk membuat orang lebih peka terhadap tindakan ini.
Copy berupa “even touching it on the phone is unacceptable” menyatakan bahwa pelecehan seksual bukan hanya pelecehan fisik dan verbal yang dipahami masyarakat umum, namun dokumentasi yang mengobjektifikasi tubuh seseorang terutama dengan niatan cabul adalah sebuah kasus pelecehan sexual yang kami tentang secara keras. Pada kata “unacceptable" digunakan font yang lebih besar dengan warna merah untuk penegasan pesan kami.
Logo anti sexual harrasment menggambarkan tema pesan kami yang menentang aksi pelecehan sexual. Kalimat “my body is not public property” merupakan tagline kami untuk melawan aksi-aksi objektifikasi tubuh manusia dengan niatan yang cabul dan pelecehan seksual lainnya.

Komentar
Posting Komentar